Sabtu, Juni 22, 2024
No menu items!
spot_img
BerandaOPINIDipenuhi Konten Goyang goyang, Masihkah Aplikasi Tiktok diberikan Ruang?

Dipenuhi Konten Goyang goyang, Masihkah Aplikasi Tiktok diberikan Ruang?

Dipenuhi Konten Goyang goyang, Masikah Aplikasi Tiktok diberikan Ruang?
Tiktok mulai beroperasi di Indonesia mulai awal Juli 2018, tidak tanggung-tanggung tiktok hanya membutuhkan waktu 1 bulan untuk meraup 10 juta user.
Walaupun sempat mengalami pemblokiran ole Menkominfo Rudiantara sebagai menterinya saat itu.
Rudiantara berkelit ada beberapa content negatif dan tidak mendidik untuk anak-anak. Tetapi pemblokirannya cuman satu minggu yakni dari 3 Juli sampai 10 Juli
2018.
Setelah dibuka pemblokirannya, TikTok mulai gaspol. Akhirnya dalam tempo 2 tahun saja, buah perjuangannya mulai kelihatan. Berdasar laporan Priori Data sampai Juni 2020, jumlah pengguna TikTok lewat aplikasi android dan IOS di indonesia capai 30, 7 juta jwa. Data ini menempatkan aplikasi tiktok tergolong aplikasi yang pesat berkembang.

Dalam era digital yang dipenuhi dengan konten-konten yang menghibur, aplikasi TikTok telah menjadi salah satu platform utama yang tak asing kita dengar untuk memfasilitasi tren goyang-goyang dan kreasi berbasis musik. Meskipun telah mendapatkan popularitas yang luar biasa, pertanyaannya adalah apakah TikTok masih memiliki tempat di tengah-tengah perubahan dinamika internet?

TikTok, dengan fitur pendeknya dan konsep konten yang mudah dicerna, telah menjadi media bagi banyak individu untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Meski demikian, perlu diperhatikan bahwa semakin banyak konten joget (bahasa yang kita kenal) yang membanjiri platform tersebut. Pertanyaannya adalah, apakah hal ini dapat berdampak positif atau justru menciptakan kejenuhan di antara pengguna.

Beberapa pihak berpendapat bahwa fenomena joget di TikTok memberikan ruang bagi ekspresi diri dan kebersamaan di antara pengguna. Namun, di sisi lain, beberapa khawatir bahwa dominasi konten tersebut dapat mengesampingkan variasi dan kualitas konten lainnya.

Sejauh mana TikTok tetap relevan dengan keberlanjutan tren joget, itu mungkin tergantung pada kemampuannya untuk terus berinovasi dan menawarkan konten yang menarik bagi berbagai kelompok pengguna. Oleh karena itu, sementara TikTok masih mendominasi dunia konten digital, pertanyaan mengenai masa depan aplikasi ini dan bagaimana ia mengelola variasi konten tetap menjadi perdebatan menarik.”

Dampak hingga syndrom dalam kehidupan sehari hari

Fenomena joget di media sosial, termasuk TikTok, dapat memiliki dampak yang beragam, termasuk kemungkinan terjadinya apa yang sering disebut sebagai “syndrom goyang”. Beberapa dampak yang dapat muncul termasuk:

  1. Dampak Mental dan Emosional:
    Terlibat dalam tren goyang-goyang dapat memberikan hiburan dan kegembiraan, tetapi terlalu fokus pada popularitas dan pembandingan dengan orang lain bisa memengaruhi kesehatan mental dan emosional individu.
  2. Pembentukan Identitas Online:
    Pengguna mungkin merasa tekanan untuk menciptakan konten yang sesuai dengan tren yang sedang berlangsung, yang bisa merubah cara mereka memandang diri sendiri dan interaksi sosial mereka.
  3. Waktu yang Dihabiskan:
    Keterlibatan yang berlebihan dalam menciptakan atau menonton konten goyang-goyang bisa menyebabkan pengguna menghabiskan waktu yang signifikan di platform tersebut, mungkin mengganggu produktivitas atau aktivitas kehidupan sehari-hari.
  4. Pentingnya Validasi:
    Mengejar popularitas dan perhatian dari pengikut bisa membuat seseorang mengaitkan nilai diri mereka dengan jumlah “like” atau “followers”, yang dapat memicu kebutuhan akan validasi eksternal.
  5. Efek Sosial:
    Tren goyang-goyang sering menciptakan norma sosial baru. Orang mungkin merasa tertekan untuk ikut serta agar tetap terhubung dengan budaya populer.

Penting untuk diingat bahwa dampak ini dapat bervariasi dari individu ke individu. Penting bagi pengguna untuk tetap sadar akan pengaruh yang dimiliki media sosial terhadap kesejahteraan mereka dan menjaga keseimbangan dalam penggunaannya.

Tetapi, dari dampak buruk yang terjadi, ada juga dampak positif yang mulai di kembangkan baik dari pihak Tiktok nya ataupun dari selaku content creator

Dibalik itu ada dampak positife nya loh

Berkembangnya peminat yang banyak dan kegunaan yang manfaat untuk pengguna, semakin banyak nya pelaku konten kreator edukasi dan kreatif di platform, TikTok, membawa sejumlah dampak positif, antara lain:

  1. Akses Pendidikan yang Lebih Luas:
    Konten edukatif yang dapat diakses dengan mudah memungkinkan pengguna untuk memperluas pengetahuan mereka tanpa batasan geografis atau ekonomis. Materi pembelajaran dapat diakses oleh banyak orang di seluruh dunia.
  2. Kreativitas dan Inovasi:
    Platform media sosial memberikan tempat bagi individu untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan berbagi ide inovatif. Ini dapat merangsang pertumbuhan dalam berbagai bidang seperti seni, desain, dan ilmu pengetahuan.
  3. Koneksi Komunitas:
    Konten edukatif dan kreatif dapat menjadi sarana untuk menghubungkan komunitas dengan minat serupa. Ini menciptakan ruang bagi kolaborasi, diskusi, dan pertukaran ide antara individu yang berbagi ketertarikan dalam suatu topik.
  4. Pengembangan Keterampilan Baru:
    Konten edukatif seringkali berfokus pada pembelajaran keterampilan praktis. Pengguna dapat memanfaatkan sumber daya ini untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam bidang tertentu, seperti memasak, programming, atau keterampilan seni.
  5. Pemberdayaan Individu:
    Media sosial memberikan platform bagi individu untuk menjadi pengajar atau pembuat konten, memberi mereka kesempatan untuk berkontribusi pada pendidikan dan inspirasi bagi orang lain di seluruh dunia.
  6. Diversifikasi Pembelajaran:
    Gaya pengajaran yang kreatif dan beragam di platform seperti TikTok dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami, terutama bagi generasi yang lebih muda yang cenderung menanggapi visual dan pendekatan yang interaktif.

Dengan adanya konten edukatif dan kreatif, media sosial dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun pengetahuan, keterampilan, dan komunitas yang berkembang secara positif.

Berkembangnya konten joget dan seiringnya munculnya konten edukasi serta kreatif di platform media sosial membawa dampak yang berbeda. Sementara tren goyang-goyang dapat memberikan hiburan, perlu diwaspadai dampak mental dan perubahan identitas online yang mungkin timbul. Di sisi lain, konten edukasi dan kreatif memberikan akses luas terhadap pembelajaran, memicu kreativitas, dan memperkaya pengalaman komunitas. Penting bagi pengguna untuk mencari keseimbangan antara hiburan dan pertumbuhan positif, serta tetap sadar akan pengaruh media sosial terhadap kesejahteraan mereka.

Penulis : Bapak Purge & Masyarakat Sipil

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments